MANUSIA DAN KARYA SASTRA
Contoh
Novel
Penulis:
Dhonny Dirghantoro
Buku ini
secara garis besar bercerita mengenai persahabatan dan nasionalisme. Banyak di
antara kita yang beranggapan nasionalisme adalah perkara yang pelik.
Melalui 5 Cm, kita diajak “bermain-main” dengan rasa cinta pada negeri ini secara
sederhana melalui kelima sahabat yang menjadi tokoh utama novel besutan penulis
muda, Donny Dirghantoro. Novel ini dibuka dengan perkenalan masing-masing tokoh
yaitu Arial, Zafran, Genta, Riani dan Ian. Dengan cerdas, sang penulis
merekatkan karakter kuat pada masing-masing tokoh. Hal ini yang membuat 5 Cm
unggul dari novel lain. Jika secara umum pada permulaan novel kita dibiarkan menebak
seperti apa karakter para tokoh, maka di dalam 5 cm, kita tidak dibiarkan
menebak sebab karakter tokoh sudah terbaca kuat di halaman awal.
Kelima tokoh utama ini telah berada dalam lingkar persahabatan selama kurang lebih 7 tahun. Hingga suatu saat mereka diliputi kebosanan. Kehidupan yang monoton membuat mereka berpikir untuk berpisah selama 3 bulan. Dalam masa “berpisah tersebut”, mereka tidak diperkenankan melakukan komunikasi dalam bentuk apapun. Dalam kurun 3 bulan tersebutlah, mereka ditempa dengan hal baru. Dengan rasa rindu yang saling menyilang. Tentang tokoh Riani yang mencintai salah satu sahabatnya. Tentang Zafran yang merindui adik Arial, sahabatnya sendiri. Tentang Genta yang memilih mengagumi Riani dengan diam. Dan masih banyak lagi lainnya. Sampai pada bagian ini, konsep nasionalisme masih blur.
Ide mengenai nasionalisme disisip penulis dengan cerkas pada bagian saat mereka kembali bertemu. Kelima sahabat ini memutuskan menunaikan rindu dengan mendaki puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru. Surga dunia yang dititip Tuhan di Nusantara. Alasan yang lebih dari cukup bagi orang-orang (khususnya anak muda) untuk mencintai bangsa ini dan memajukannya dengan tekad yang disimpan di jidat, tak lebih dari 5 cm.Pada bagian ini pula, penulis merubah kisah persahabatan menjadi kisah petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Cinta segitiga di antara mereka dikemas dengan tawa bukan tangis. Hal ini yang menjadikan5 Cm menarik. Hal kecil yang mainstream dibuat berbeda tetapi natural. Hal lain yang mempertegas semangat nasionalisme dalam buku ini adalah petikan-petikan quote yang powerful misalnya:
Kelima tokoh utama ini telah berada dalam lingkar persahabatan selama kurang lebih 7 tahun. Hingga suatu saat mereka diliputi kebosanan. Kehidupan yang monoton membuat mereka berpikir untuk berpisah selama 3 bulan. Dalam masa “berpisah tersebut”, mereka tidak diperkenankan melakukan komunikasi dalam bentuk apapun. Dalam kurun 3 bulan tersebutlah, mereka ditempa dengan hal baru. Dengan rasa rindu yang saling menyilang. Tentang tokoh Riani yang mencintai salah satu sahabatnya. Tentang Zafran yang merindui adik Arial, sahabatnya sendiri. Tentang Genta yang memilih mengagumi Riani dengan diam. Dan masih banyak lagi lainnya. Sampai pada bagian ini, konsep nasionalisme masih blur.
Ide mengenai nasionalisme disisip penulis dengan cerkas pada bagian saat mereka kembali bertemu. Kelima sahabat ini memutuskan menunaikan rindu dengan mendaki puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru. Surga dunia yang dititip Tuhan di Nusantara. Alasan yang lebih dari cukup bagi orang-orang (khususnya anak muda) untuk mencintai bangsa ini dan memajukannya dengan tekad yang disimpan di jidat, tak lebih dari 5 cm.Pada bagian ini pula, penulis merubah kisah persahabatan menjadi kisah petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Cinta segitiga di antara mereka dikemas dengan tawa bukan tangis. Hal ini yang menjadikan5 Cm menarik. Hal kecil yang mainstream dibuat berbeda tetapi natural. Hal lain yang mempertegas semangat nasionalisme dalam buku ini adalah petikan-petikan quote yang powerful misalnya:
Tanggapan :
Berdasarkan
Sinopsis diatas, novel tersebut mengandung unsur persahabatan, nasionalisme dan
percintaan dan inilah yang disukai oleh kalangan remaja. Unsur persahabatan
yang sangat kuat inilah yang mendorong
para pembaca ingin tahu lebih dalam terhadap novel tersebut. Yang kebanyakan
pembaca para remaja ini pun tidak bisa lepas dari novel karna mengandung unsur-unsur
percintaan, persahabatan, komedi dan menggunakan bahasa pergaulan remaja saat
ini. Tidak dipungkiri bahwa setiap novel remaja lain menceritakan tingkah laku
dan kehidupan remaja sekarang ini.
Dampak
positif dari novel adalah :
1. Memberikan pelajaran hidup.
2. Mengembangkan pola fikir dan
pengembangan diri kepada kepribadian remaja.
3. Memperdalam serta mengambil ikhtisar
educative dari pesan yang disampaikan.
4. Menimbulkan semangat belajar dalam
peningkatan kajian sastra Indonesia.
Sedangkan
dampak negatif dari novel pada kepribadian remaja adalah :
Aplikasi
terhadap sikap yang kurang baik dalam cerita/ novel
1. Bersifat empati dan berlebihan.
2. Membuat dirinya sebagai korban Voyeurisme.
3.
Menerapkan
nilai – nilai yang kurang dibenarkan dalam etika hidup.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar