Tugas 1_Ekoperasi_Teamwork
Teamwork, Syarat Utama Tim Pemenang
Syarat utama sebelum seorang pengusaha
menggerakkan mesin perusahaannya masuk ke kompetisi pasar, atau seorang manajer
untuk mencapai target-targetnya, adalah: Memastikan
terbentuknya tim yang efektif dan tangguh. Tim harus
dipastikan berisi orang-orang yang tepat dan dapat
dipercaya.
MENCARI “THE RIGHT MAN ON THE RIGHT
PLACE”
Masalahnya, ketika anggota
tim tersebut diposisikan sebagai karyawan, maka sudah dapat dibayangkan gaji
dan penghargaan bagi mereka harus sepadan
dengan ekspektasi pemilik perusahaan. Artinya, ini akan
membebani keuangan perusahaan, terutama yang baru tumbuh. Opsi lain, apabila
anggota tim tersebut diposisikan sebagai pemilik saham
perusahaan, mungkin besaran Rupiah yang mereka dapatkan diawal akan kecil. Artinya, perusahaan tidak akan
mengeluarkan dana besar di awal. Namun ketika perusahaan terus berkembang
semakin pesat dan mampu menghasilkan omzet/pendapatan yang berlipat-lipat, maka
besaran Rupiah yang dikeluarkan perusahaan justru makin
besar.
Kedua opsi tersebut
menawarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau semua mau diambil alih
oleh pemilik perusahaan, maka konsekuensinya dia harus mampu menguasai banyak haldan tentunya harus mampu
menyediakan waktu dan
komitmen terhadap banyak aspek, mulai dari aspek strategis
sampai dengan aspek teknis dan operasional lapangan.
Ada satu opsi lain yang
memiliki sifat diantara kedua opsi tersebut. Yaitu, menarik orang-orang hebat sebagai pegawai, dengan gaji
pokok yang relatif jangan
terlalu besar. Namun disertai sistem insentif yang besaran
akhirnya tergantung
dari capaian omzet/pendapatan perusahaan atau capaian yang diset pada indikator
kerja mereka. Tujuannya untuk menciptakan tantangan besar dengan reward besar
kepada mereka.
Well, mau memakai opsi apapun kata kuncinya
adalah: TEAMWORK
Di tengah ketatnya
persaingan global di era modern, tim menjadi
tulang punggung bagi
suatu organisasi (perusahaan). Karena tim dapat lebih cepat dan mencapai lebih banyak pemecahan masalah yang dihadapi
perusahaan dibandingkan dengan apa yang dilakukan secara individual. Artinya, bersama lebih baik daripada sendiri.
Apakah dengan adanya suatu
tim di dalam perusahaan akan menjamin kesuksesan perusahaan dalam bersaing ? Belum tentu. Ada perusahaan yang sudah membentuk
tim tetapi tidak berhasil. Hal tersebut dapat terjadi karena tim yang dibentuk tidak bekerja secara efektif. Dengan kata lain,
tim tersebut tidak
memiliki teamwork yang baik.
BAGAIMANA MEMBENTUK
‘TEAMWORK’
Berikut ini adalah
karakter tim yang tangguh dan senantiasa menjadi pemenang.
1. Tetapkan tujuan
dan sasaran serta target yang JELAS, VISIONER serta TERUKUR atas dasar komitmen bersama.
Semua anggota tim harus
mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim, serta mereka mau bekerja sama
untuk mencapai dan mewujudkannya.
2. Bentuk struktur organisasi yang efektif dan efisien.
Struktur organisasi harus
merepresentasikan kinerja perusahaan sebagai tim, namun jangan terlalu gemuk
sehingga tidak efisien.
3. Pembagian peran kepemimpinan.
Masing-masing anggota tim
harus memiliki peran, tanggung jawab serta kewenangan yang jelas dan disepakati
bersama. Masing-masing merasa dirinya sebagai pemimpin yang
berbagi kepemimpinandengan pemimpin-pemimpin lainnya.
Prinsipnya adalah sistem pendelegasian kepemimpinan, kepada seluruh anggota tim
yang memiliki potensi dan karakter serta kapabilitas di bidang leadership.
Dalam hal ini, prinsip-prinsip senioritas yang sudah usang harus ditinggalkan.
Tetap menghargai para karyawan senior dengan segala
pengalaman mereka. Namun jangan memaksakan mereka untuk menjadi pemimpin hanya karena mereka lebih tua, namun
tanpa disertai kompetensi dan karakter leadership yang kuat dan visioner.
4. Proses Rekruitmen SDM yang akuntabel.
Yup, ini adalah syarat
mutlak. Terapkan sistem penerimaan pegawai yang disertai dengan sistemseleksi yang
akuntabel. Gunakan jasa tim konsultan
atau psikolog untuk
merekrut para karyawan. Kalau tidak memiliki kompetensi menyeleksi pegawai,
jangan memaksakan diri. Dan jangan terlalu bersikap nepotisme dalam hal ini.
Tujuannya adalah: mendapatkan the right man
in the right place/position.
5. Tinggalkan paradigma lama bagaimana memaknai keberadaan karyawan di dalam sebuah perusahaan.
Paradigma lama di dunia
bisnis adalah manajer sering menganggap karyawannya merupakan alat atau mesin
perusahaan. Zaman dulu, jarang ada manajer yang menganggap para karyawannya
merupakan aktor penting dalam kesuksesan perusahaan. Hampir tak seorang pun
dari mereka yang beranggapan bahwa para karyawannya mampu melahirkan ide-ide cerdas, kreatif atau memberikan
kontribusi lebih dari apa yang
ditugaskan kepada mereka. So, berilah penghargaan
yang bermatabat kepada karyawan sehingga
mereka akan dengan senang hati memaksimalkan kinerja mereka untuk kemajuan
perusahaan.
6. Tunjukkan keteladanan
Ini adalah karakter bangsa
kita, apabila seorang pemimpin menunjukkan perilaku
negatif terus
menerus yang dapat disaksikan
masyarakat, maka secara otomatis pula dia telah mengajari
masyarakat dengan keteladanan
yang buruk. Resikonya, banyak orang akan menirunya dan akhirnya berkembang menjadi budaya,
yaitu: Membenarkan yang biasa, bukan membiasakan yang benar.
7. Ciptakan keterbukaan dan komunikasi (horisontal & vertikal) yang kondusif.
Semua boleh menyatakan
pendapatnya dalam koridor etika yang
diatur bersama. Anggota
tim harus bisa menerima dan
menghargai perbedaan. Bahkan anggota tim dipersilakan mengemukakan ide-idegila mereka untuk mencapai
kreatifitas dan inovasi pada produk.
8. Merubah persaingan individu menjadi tim kompetitif yang bersaing dengan tim-tim lainnnya.
Wajar bila muncul
persaingan antar individu dalam suatu tim, terutama untuk mengambil hati atasannya agar
mendapatkan promosi
jabatan. Dalam hal ini pemimpin
harus bijaksanamenyikapinya. Persaingan memang berpotensi memunculkan
semangat kerja yang tinggi. Namun harus dijauhkan
dari niat-niat negatif, seperti menjelek-jelakkan rekan
kerjanya, meng-klaim hasil kerja orang lain sebagai prestasinya, atau bahkan
memfitnah orang lain. Pemimpin harus mampu memunculkan kebanggaan anggotanya sebagai sebuah tim. Tidak ada orang hebat di dalam tim, yang ada adalah tim hebat. Tanamkan bahwa kecemerlangan individu
di dalam tim yang kalah, tidak akan berarti apapun, selain kekalahan itu.
9. Buat Job Description, Standard Operating Procedure (SOP), tingkatkan koordinasi dan tegakkan aturan.
SOP merupakan syarat
mutlak yang dibutuhkan oleh sebuah tim untuk bergerak bersama. Semua harus menyepakati SOP yang dibuat, dan bekerja sesuai SOP tersebut. Harus dilakukan koordinasi rutin antar
anggota tim, serta antar divisi dalam tim. Temukan solusi dalam koordinasi
tersebut, dan buatlah kesepekatan untuk meningkatkan kinerja tim. Anggota tim
harus selalu mendukung
keputusan, prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama-sama. Dengan penerapan SOP yang baik, akan
mengurangi kemungkinan konflik atau hal-hal yang tidak sesuai standard yang
ditetapkan. Konflik yang terjadi diselesaikan dengan jalan
konsensus, bersifat konstruktif dan menerapkan pendekatan
menang-menang (win-win
approach).
10. Reward and
Punishment.
Berilah penghargaan yang pantas bagi prestasi individual dan prestasi
tim. Misalnya dengan sisteminsentif atau bonus yang dihitung dari besaran omzet
bulanan/tahunan. Atau terkadang cukup denganpujian dan kalimat penghargaan di depan semua anggota tim. Namun bagi
anggota tim yang melakukan pelanggaran, meskipun tidak disengaja, tetap harus dihukum sesuai aturan. Misalnya, kelalaian seorang customer
service yang melanggar SOP dapat mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian
materiil ketika dituntut oleh konsumen. Sebaiknya tetap harus
ada hukuman meskipun besarannya tidak mampu mengganti kerugian
yang ditimbulkan.
Kesimpulan yang dipetik
adalah sebagus dan sehebat apapun sebuah perencanaan, business plan ataupun
strategi marketing, akan berakhir nihil bila
berada di tangan tim yang jelek.
Salam sukses
Analisis:
Sebuah perusahaan memang
perlu adanya teamwork atau kerja sama tim agar perusahaan tersebut bisa berjalan
dengan baik. Sebuah teamwork dibentuk apabila perusahaan telah mengalami
masalah, masalah tersebut bisa dipecahkan secara bersama-sama sehingga lebih cepat
dan efisien. “Sebuah teamwork harus memliki peran, tanggung jawab serta
kewenangan yang telah di sepakati bersama” itu memang benar apa yang dituliskan
pada artikel tersebut apabila teamwork tersebut tidak memenuhi syarat dalam
perusahaan, perusahaan tersebut tidak berjalan dengan baik dan juga harus di imbangi
dengan karyawan-karyawan yang benar-benar berkompeten di bidangnya dan tidak
memasukkan karyawan asal-asalan atau nepotisme. Dalam teamwork setidaknya dan
harus ada anggota yang pandai berkomunikasi dan mempunyai peran leadership
terhadap perusahaan, supaya perusahaan menghasilkan hasil yang optimal dalam
pekerjaan. Keuntungan dalam perusahaan membentuk sebuah teamwork agar
karyawan-karyawan tetap kompak, meningkatkan tingkat kerja dan meningkatkan
ragam pandangan antar sesama karyawan. Ada beberapa tambahan dalam membentuk
sebuah teamwork dalam artikel selain yang disebutkan diatas yaitu;
- Harus menciptakan suasana kerja yang nyaman maksdunya adalah jika suasana kerja nyaman, karyawan akan lebih giat dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.
- Setiap anggotanya memiliki kontribusi yang sama artinya anggota harus dibagi secara rata dalam masing-masing tugasnya.
Dalam membentuk sebuah
teamwork jangan lupa melupakan hal-hal keci seperti saya tambahkan diatas
karena hal-hal kecil sangat berpengaruh dalam mensukseskan sebuah teamwork
dalam perusahaan. Terbentuknya suatu teamwork juga tidak lupa di imbangi dengan
rencana yang matang untuk di masa yang akan datang. Agar rencana tersebut
berhasil dan tidak sia-sia, benar apa yang artikel tersebut simpulkan agar
berjalan secara maksimal harus membuat rencana yang matang untuk kedepannya.
Komentar
Posting Komentar